welcome to our new world :D
Sabtu, 21 Desember 2013
Selasa, 03 Desember 2013
seketika saja...
Hai, udah lama rasanya nggak nuangin segala keluh kesah ini. Sepertinya mereka sudah berada dalam titik jenuh yang amat sangat ingin menjulurkan lidahnya.
Capek sih haha iya capek rasanya buat mendem segala kejenuhan ini. Tapi apa daya, mama selalu mengajarkan untuk tidak selalu mengeluh terhadap apa yang sedang kita hadapi. Tapi kodratnya, kita ini manusia yang selamanya nggak bisa memendam apa yg kita anggap sangat menjengkelkan sebelum semua itu berubah menjadi sebuah penyakit haha
Sepertinya di media ini, aku bakalan numpahin semuanya. Numpahin hal-hal yang selalu menjadi beban di raga ini.
Rasanya beberapa hari ini jam kerjaku udah sangat buruk berjalannya. Nggak jiwa, nggak raga ngga ada yang bisa berjalan berkesinambungan. Ntahlah mungkin ini efek dari kurangnya memanage waktu dengan baik atau memang jam "kerja" yang udah terlampau nggak sehat. Setiap kali pulang ke rumah, rasanya pasti pingin nangis, pingin marah. Tapi ya itu mau marah ke siapa, mau nangis buat apa rasanya itu percuma toh besok-besok juga bakalan kayak gini lagi.
Bingung sih harus kayak apa, pingin gitu sehari aja bisa diem di rumah, istirahat seharian di kamar. Nggak ada yg bbm, sms, whatsapp atau apapun buat ngajakin keluar. Tapi buat nolak itu rasanya sungkan, karena apa? karena terkadang setiap orang membutuhkan pertolongan yang sangat darurat, lalu ke siapa lagi mereka minta tolong kalo nggak kita?
Minggu-minggu ini rasanya menjadi minggu terberatku. Masalah-masalah dateng silih berganti. Ya dari kampus yang dengan segala aktivitasnya yang membuat jenuh, dari UKM yang sebenarnya ini ngga terlalu menjadi suatu masalah tapi entah kenapa sangat memberatkan sekali, dan kondisi rumah yang nggak stabil karna penghuninya selalu berada kondisi yang lelah sehingga selalu terjadi percekcokan yang nggak diinginkan. Sebagai anak dan mahasiswi semester 3 apa coba yang bisa kita kerjakan selain ngerjain tugas-diem ketika di marahin dosen atau orangtua-mengiyakan segala permintaan tolong teman-teman tanpa pandang bulu?
Kalo kata pepatah kuno "hidup itu bagaikan roda yang berputar, kadang kamu di atas dan kadang pula kamu di bawah" jadi mungkin ini aku sedang berada di tempat yang paling bawah pada ban itu, tempat yang permukaan rodanya sudah sangat alus karna sering mencium aspal. Tapi ya itu tadi, filosofi itu yang membuatku bertahan, karna serendah-rendahnya tempat kamu berada hanya bangkitlah yang akan menjadi tujuan utamamu.
Capek sih haha iya capek rasanya buat mendem segala kejenuhan ini. Tapi apa daya, mama selalu mengajarkan untuk tidak selalu mengeluh terhadap apa yang sedang kita hadapi. Tapi kodratnya, kita ini manusia yang selamanya nggak bisa memendam apa yg kita anggap sangat menjengkelkan sebelum semua itu berubah menjadi sebuah penyakit haha
Sepertinya di media ini, aku bakalan numpahin semuanya. Numpahin hal-hal yang selalu menjadi beban di raga ini.
Rasanya beberapa hari ini jam kerjaku udah sangat buruk berjalannya. Nggak jiwa, nggak raga ngga ada yang bisa berjalan berkesinambungan. Ntahlah mungkin ini efek dari kurangnya memanage waktu dengan baik atau memang jam "kerja" yang udah terlampau nggak sehat. Setiap kali pulang ke rumah, rasanya pasti pingin nangis, pingin marah. Tapi ya itu mau marah ke siapa, mau nangis buat apa rasanya itu percuma toh besok-besok juga bakalan kayak gini lagi.
Bingung sih harus kayak apa, pingin gitu sehari aja bisa diem di rumah, istirahat seharian di kamar. Nggak ada yg bbm, sms, whatsapp atau apapun buat ngajakin keluar. Tapi buat nolak itu rasanya sungkan, karena apa? karena terkadang setiap orang membutuhkan pertolongan yang sangat darurat, lalu ke siapa lagi mereka minta tolong kalo nggak kita?
Minggu-minggu ini rasanya menjadi minggu terberatku. Masalah-masalah dateng silih berganti. Ya dari kampus yang dengan segala aktivitasnya yang membuat jenuh, dari UKM yang sebenarnya ini ngga terlalu menjadi suatu masalah tapi entah kenapa sangat memberatkan sekali, dan kondisi rumah yang nggak stabil karna penghuninya selalu berada kondisi yang lelah sehingga selalu terjadi percekcokan yang nggak diinginkan. Sebagai anak dan mahasiswi semester 3 apa coba yang bisa kita kerjakan selain ngerjain tugas-diem ketika di marahin dosen atau orangtua-mengiyakan segala permintaan tolong teman-teman tanpa pandang bulu?
Kalo kata pepatah kuno "hidup itu bagaikan roda yang berputar, kadang kamu di atas dan kadang pula kamu di bawah" jadi mungkin ini aku sedang berada di tempat yang paling bawah pada ban itu, tempat yang permukaan rodanya sudah sangat alus karna sering mencium aspal. Tapi ya itu tadi, filosofi itu yang membuatku bertahan, karna serendah-rendahnya tempat kamu berada hanya bangkitlah yang akan menjadi tujuan utamamu.
Syemangaaaaaaat!
Jumat, 04 November 2011
apa susahnya sih bilang kata "itu" ?
hidup ini indah kalo masing-masing dari penikmat hidup mudah untuk mengucap kata "maaf"
kata yg simple, gampang banget buat di ucap, tapi memiliki arti yang luar biasanya hebatnya..
kadang kalo di pikir-pikir kata ini memang salah satu kata yg susah buat di ucap. selain kata "menyesal"..
banyak orang mikir kalo ngucapin kata ini harus mikir 2x, harus tahan malu lah, ato apalah yg padahal itu semua gak guna..
well sekarang aku ngerasain sendiri gimana susahnya bilang kata "maaf"..walopun sebenernya aku gak nglakuin kesalahan di orang itu, tapi gak tau kenapa aku harus bilang kata "maaf" itu ke dia..
kejadiannya bermula sekitar 2hari yg lalu, yg gak tau kenapa, aku tiba-tiba males aja gitu sama dia. emang sih waktu itu aku ngerasa lagi betek sebetek-beteknya orang betek -__- jadi ya wajarlah kalo aku diemin semua orang, gak cuman dia doang..
tapi, hari-hari berikutnya aku semakin males, males dan males buat ngomong although itu cuman little conversation tetep aja bawaannya males..
dia juga kayanya nyadar kalo aku agak menghindar, yah lebih tepatnya sedikit menghindar, sampe akhirnya dia tanya sendiri, dan kita terlibat suatu conversation yg sebenernya ku hindari..
jadi kesimpulannya adalah how to say "sorry, i never meant it to you"
kaaan, itu susaah teman :'( any idea for me?
kata yg simple, gampang banget buat di ucap, tapi memiliki arti yang luar biasanya hebatnya..
kadang kalo di pikir-pikir kata ini memang salah satu kata yg susah buat di ucap. selain kata "menyesal"..
banyak orang mikir kalo ngucapin kata ini harus mikir 2x, harus tahan malu lah, ato apalah yg padahal itu semua gak guna..
well sekarang aku ngerasain sendiri gimana susahnya bilang kata "maaf"..walopun sebenernya aku gak nglakuin kesalahan di orang itu, tapi gak tau kenapa aku harus bilang kata "maaf" itu ke dia..
kejadiannya bermula sekitar 2hari yg lalu, yg gak tau kenapa, aku tiba-tiba males aja gitu sama dia. emang sih waktu itu aku ngerasa lagi betek sebetek-beteknya orang betek -__- jadi ya wajarlah kalo aku diemin semua orang, gak cuman dia doang..
tapi, hari-hari berikutnya aku semakin males, males dan males buat ngomong although itu cuman little conversation tetep aja bawaannya males..
dia juga kayanya nyadar kalo aku agak menghindar, yah lebih tepatnya sedikit menghindar, sampe akhirnya dia tanya sendiri, dan kita terlibat suatu conversation yg sebenernya ku hindari..
jadi kesimpulannya adalah how to say "sorry, i never meant it to you"
kaaan, itu susaah teman :'( any idea for me?
Kamis, 03 November 2011
tugas cerpen "Air Mata Hampa"
Air mata hampa
oleh Lidya R Alfian
Air matanya berlinang, matanya sembab, nanar tak bercahaya, pipinya bertahtakan linangan air mata yang terus mengalir. Lina menangis terisak di kamarnya, memandangi foto adik lelakinya yang tersenyum tanpa arti. Senyum kebahagiaan yang mungkin tak akan pernah ia lihat lagi. Tak akan pernah hilang walaupun ia telah di tempat yang paling indah.
“Faaan!! Ayo cepetan dong! Udah jam 06.15 nih, kakak bisa telat! Jadi bareng gak sih?!?”
“Iya-iya kak , bentar ya, aku masih makan nih. Tinggal dikit kok, bentaar aja”.
“Cepetan kalo gitu makannya! Duh punya adik 1 bisanya cuman ngerepotin aja !!”.
“Udah nih kak hehe yuk berangkat, maaf ya”.
Pagi itu perasaan Lina bercampur aduk menjadi 1. Ia marah, sedih dan bingung karena tugas matematikanya belum ia kerjakan sama sekali, dan pastinya untuk pagi ini ia terlambat datang ke sekolah.
Tak biasanya pagi itu Lina menurunkan adiknya hanya sampai di seberang sekolah, biasanya Lina menurunkan Alfan persis di depan gerbang sekolah. Dan tak biasanya pula suasana jalan raya tempat Alfan bersekolah ramai.
“Kok turun di sini kak? Aku kan gak bisa nyebrang” tanya anak yang masih duduk di kelas 3 SD itu.
“Aduh kamu udah besar kan? Belajar buat nyeberang sendiri dong, kakak udah telat banget nih! Udah ya kakak berangkat dulu” jawab Lina ketus.
“Tapi kak? Kakaaak!!” teriak sang adik.
Lina tak peduli, ia terus memacu sepeda motornya meninggalkan Alfan yang kebingungan untuk menyeberang. Jarak 500 meter ia mendengar dentuman rem sebuah mobil diikuti teriakan seorang anak laki-laki yang meneriakan namanya, spontan ia berhenti dan menoleh ke arah suara itu berasal.
Berlari, sekencang-kencangnya Lina berlari. Di matanya, kumpulan air mata telah membentuk gunungan yang siap untuk memuntahkan isinya. Tangisnya pecah ketika ia melihat tubuh adiknya yag tergeletak tak bergerak dengan darah yang mengalir deras dari kepalanya. Orang-orang di sekitar sana pun panik dan sigap untuk menolong bocah kecil malang itu.
“Alfaaan! Alfan bangun, kakak di sini, ayo kita ke rumah sakit. Faan bertahan!” dalam isaknya ia berusaha berkomunikasi dengan adik satu-satunya itu.
“Kak…” mulut Alfan terbuka, suara lirihnya memecahkan keheningan yang ada.
Tak lama ambulan datang, Alfan segera di bawa ke rumah sakit terdekat. Di dalam ambulan Lina terus menangis, sembari memegang tangan adiknya. Tiba-tiba saja Alfan bersuara
“Kak, Alfan sayang kak Lina..sayang sekali..kakak baik-baik ya”.
“Alfan bertahan ya, sebentar lagi kita sampek kok. Kak Lina juga sayang sama Alfan, maafin kakak yang udah marah-marah ke Alfan tadi pagi ya, kakak menyesal” dan lagi-lagi Lina terisak dalam tangisnya.
Tangan mungil yang Lina pegangi terjatuh, diam tak bergerak, tak lagi menggenggam erat seperti sebelumnya. Tuhan telah mengirimkan salah satu malaikatnya untuk menjemput Alfan. Menjemput dan membawanya ke tempat yang paling indah, tempat dimana hanya ada kebahagiaan tanpa air mata.
Alfan meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit, Lina sudah menelpon kedua orang tuanya. Mereka semua tetap tersenyum walaupun langit mendung menyelimuti hati mereka semua. Di atas sana, Alfan tersenyum. Tersenyum bahagia karena telah di beri kesempatan hidup dengan orang-orang yang menyayanginya.
SELESAI
Rabu, 02 November 2011
its called "confused"
dulu, sekarang ato besok kayanya sama aja ya kalo kita mendem perasaan ke orang lain, mau sampe kapanpun kalo nggak di omongin ya gak bakal ada yg berubah di kehidupan ini..
tapiii masalahnya adalah apa yg harus di omongin?
agak susah kayanya harus jelasin kaya apa, tapi anyway nih ya emang paling enak kalo di omongin..
tapii sekali lagi nih ya gimana cara ngomongnya? well aku emang interested sm anak itu, tapii agak susah kayanya. aku sendiri aja masih bingung sebenernya perasaanku ke orang itu tuh emang tulus cinta apa cuman sekedar suka-sukaan biasa -____-
honestly nih ya, aku gak pernah suka sm cowok dalam artian yg bener-bener suka, cinta, ato apalah yg sampe ngejar-ngejar gitu, gak penting juga gituloh cewek ngejar-ngejar sampe segitunya, yg ada malah bikin sakit ati -,-"
motto di hidupku cuman 1 "let it flow, let it shine, let it fill your heart as long as makes you happy though it just in your deepest heart" :)
Senin, 24 Oktober 2011
leave the past :)
you know live must go on guys so leave the past behind..
it just makes your day seems like you're going through the dark cloud without a sun shine without a happiness without a smile or anything else..
you'll see the future is more beautiful than your past. God never forget his people. He always gave his best for you without you knowing it..
it just makes your day seems like you're going through the dark cloud without a sun shine without a happiness without a smile or anything else..
you'll see the future is more beautiful than your past. God never forget his people. He always gave his best for you without you knowing it..
so, just face the world with smile no fear no tear be brave. face the challenge with your full smile :)
Jumat, 21 Oktober 2011
manusia itu..
manusia terlahir pada mulanya tanpa dosa, bersih, putih, suci tak bernoda sedikitpun..
semakin berjalannya waktu dan usia, kesucian itupun luntur, hati yang dulu putih bersih sekarang ternodai oleh prasangka-prasangka buruk yg datang dan pergi tanpa kita kehendaki..
semakin dewasa, harusnya kita tahu bagaimana menjaga hati yg putih itu agar kembali putih..
mungkin memang sulit tapi bila kita niat semua pasti akan terasa mudah :)
Langganan:
Postingan (Atom)