Sabtu, 21 Desember 2013

kosong

Hujan malam ini, entah hujan yang ke berapa yang sudah mengguyur sabtu malam di kota pahlawan ini. Hujan yang sama yang selalu menemaniku dalam menghabiskan malam-malam panjang yang konon malamnya para muda mudi untuk menghabiskan kegiatannya di luar sana bersama pacar, teman, sanak saudara atau dirinya sendiri demi mencari kesibukan yang patut untuk di lakukan. Bagiku sabtu malam sudah ku anggap biasa seperti malam-malam lainnya, bagiku sabtu malam tidak terlalu istimewa karena sabtu malam teristimewakan karena esoknya adalah hari minggu sehingga kita bisa menghabiskan malam yang panjang itu dengan nongkrong atau hangout sampai larut malam tanpa harus memikirkan tugas kuliah atau kuliah pada esok harinya. 

 

Aku sudah sangat terbiasa dengan keadaan dimana remaja-remaja seumuranku menghabiskan malam panjang bersama teman-teman yang mereka sayangi atau pacar yang sangat mereka agung-agungkan. Bagiku semua hal itu tak ubahnya seperti kelakuan anak SMA yang baru saja mengnal apa itu cinta. Memang sebagai anak perempuan aku juga terkadang iri akan hal itu, tapi pengalamanlah yang banyak mengajarkanku bagaimana caranya menjadi seseorang yang belajar untuk berpikiran sedewasa mungkin, sebisa mungkin menghindari hedonisme dan sekuat mungkin menjadi perempuan yang mandiri dalam menjalani setiap hari-hariku. Sejauh ini, aku masih sangat bersyukur karna walaupun aku masih sendiri dalam artian belum menemukan partner hidup atau yang biasa di sebut pacar yang bisa menjadi moodbooster ku di kala aku sedang lemah, yang bisa menjadi pundak tempatku bersandar di kala aku sedang susah, atau yang bisa menjadi pendengar baikku saat tengah malam saat semua orang yang ku kasihi sedang terlelap dalam tidurnya di kala aku sedang jenuh dalam segala rutinitasku. Aku sadar bahwa aku memang tidak sendiri, aku masih mempunyai orang tua dan sahabat-sahabat yang selalu siaga menjadi moodbooster ku, yang selalu siaga menjadi pundak tempatku bersandar apapun keadaanku dan yang selalu siaga menjadi pendengar terbaikku. 


Sudah hampir 5 bulan ini aku menjomblo setelah kisah cintaku bersama pemain basket itu kandas. Sudah hampir 5 bulan ini aku berpura-pura menjadi seseorang yang tegar di hadapan orang tua dan teman-temanku. Dan sudah hampir 5 bulan ini aku selalu menangis dalam keheningan malam dimana hanya Tuhan yang melihat dan menenangkanku dalam setiap tindakanNya yang terkadang tak ku sadari hadirnya. Aku selalu memberikan nasehat-nasehat yang ampuh untuk menenangkan teman-temanku saat hubungan kisah cinta mereka kandas sepertiku. Sudah puluhan bahkan ratusan kata-kata penenang yang ku lontarkan untuk mereka. Sembari menenangkan mereka dari kesedihan, akupun meresapi kata-kata yang kuucapkan untuk menenangkan diriku sendiri, tapi hasilnya nihil. Kata-kata itu hanya bereaksi selama beberapa jam lalu kemudian hilang seperti debu yang tertiup angin. Aku berpura-pura tegar seperti ini bukan tanpa alasan, bukan hanya karena aku tak ingin melihat teman-temanku merasa jenuh setiap kali aku mengeluh karna kisah cintaku tapi aku percaya bahwa berpura-pura tegar akan membawaku kepada ketegaran yang sesungguhnya. Entah sampai kapan aku akan berpura-pura seperti ini, mungkin sampai sebulan, setahun, dua tahun atau lima tahun ke depan.


Aku masih terlalu rapuh untuk berdamai dengan masa lalu, berdamai dengan diri sendiri yang membiarkan diri ini mengenal anak itu. Anak laki-laki yang seharusnya tidak pernah hadir dalam hidupku. Tapi aku selalu berterima kasih kepada dia, laki-laki yang membuatku belajar bagaimana menjadi perempuan yang mandiri, perempuan yang tak gampang terhasut dengan segala bujuk rayu, dan perempuan yang harus lebih jeli lagi dalam memilih partner hidup. Setidaknya dalam 8 bulan terkahir kemarin dia telah memberi warna dalam hidupku dan aku selalu berterimakasih dengan apa yang telah dia lakukan kepadaku :)


Aku tahu Tuhan tidak pernah membawa hambanya ke dalam masalah yang hambanya tak bisa hadapi hanya untuk meninggalkan hambaNya dalam kesendirian. Everything happens for a reason. Dan aku percaya, suatu saat nanti Allah akan memberikan sesuatu yang lebih indah, yang akan mengganti tangisku ini dengan senyuman indah. Dan aku hanya harus menunggunya dan membawanya dengan doa-doaku :)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar